Karangsalam Lor – Pengelolaan wisata alam Curug Juneng dan Curug Kembar sepanjang tahun 2025 menunjukkan kontribusi nyata bagi perekonomian desa. Total manfaat ekonomi yang dihasilkan mencapai Rp34 juta, yang langsung dirasakan oleh pemerintah desa dan masyarakat setempat.
Dari total tersebut, sebesar Rp20 juta disetorkan sebagai Pendapatan Asli Desa (PADes), sementara Rp14 juta dialokasikan untuk RT dan RW sebagai bentuk pemerataan manfaat dan penguatan peran lingkungan dalam pengelolaan wisata.
Pengelolaan wisata Curug Juneng dan Curug Kembar dilakukan oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Juneng Mijil dengan mengedepankan semangat kebersamaan, gotong royong, dan pemberdayaan warga lokal. Mulai dari pengelolaan tiket, kebersihan kawasan, pemandu wisata, hingga kegiatan promosi, seluruhnya melibatkan masyarakat sekitar.

Ketua KSM Juneng Mijil menyampaikan bahwa wisata bukan hanya soal kunjungan, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya bisa kembali ke warga.
“Kami ingin wisata ini tumbuh bersama masyarakat. Hasilnya bukan hanya untuk desa, tapi juga langsung dirasakan RT dan RW, sehingga semua ikut menjaga dan mengembangkan,” ujarnya.
Kontribusi PADes dari sektor wisata ini menjadi bukti bahwa potensi alam desa, jika dikelola secara profesional dan partisipatif, mampu menjadi sumber pendapatan berkelanjutan. Sementara itu, alokasi dana ke RT dan RW mendorong peningkatan kegiatan sosial, kebersihan lingkungan, serta penguatan kelembagaan warga.
Ke depan, KSM Juneng Mijil berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan wisata, menjaga kelestarian alam Curug Juneng dan Curug Kembar, serta memperluas dampak ekonomi agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
