Wujud Nyata Konservasi: KSM Juneng Mijil Tanam 4.000 Pohon Bersama BPDLH, Kemenhut, dan Elemen Masyarakat

Baturraden – Komitmen KSM Juneng Mijil dalam menjaga kelestarian alam Desa Karangsalam Lor bukan sekadar isapan jempol. Pada hari Minggu, 9 November 2025, kawasan wisata Curug Juneng menjadi saksi gerakan besar bertajuk “Penanaman 4.000 Pohon”.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pariwisata dan ekologi dapat berjalan beriringan di bawah pengelolaan masyarakat yang sadar lingkungan.

Minggu Produktif untuk Masa Depan Bumi

Agenda yang dilaksanakan pada “Minggu Produktif” ini bertujuan untuk memperkuat sabuk hijau di lereng Gunung Slamet, sekaligus menjaga daerah tangkapan air (catchment area) yang menjadi nadi kehidupan Curug Juneng.

Dalam poster kegiatan yang dirilis, terlihat antusiasme anggota KSM Juneng Mijil berseragam oranye bekerja bahu-membahu menanam bibit pohon di area perbukitan desa.

Kolaborasi Lintas Sektor

Salah satu poin penting dari kesuksesan acara ini adalah luasnya dukungan dan kolaborasi yang terjalin. KSM Juneng Mijil berhasil merangkul berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) dari tingkat daerah hingga pusat.

Berdasarkan data kegiatan, acara ini dihadiri dan didukung penuh oleh:

  • Pemerintah & Legislatif: BPDLH (Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup) Kementerian Keuangan, Kementerian Kehutanan (Kemenhut), CDK VI Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Desa (Pemdes) Karangsalam Lor, serta Dr. Hendry K. (Anggota DPRD Kabupaten Banyumas).
  • Akademisi & Komunitas: Universitas AMIKOM Purwokerto, Burung Indonesia, Forum DAS Serayu, dan Karang Taruna setempat.

Keberlanjutan adalah Kunci

Dalam keterangannya, perwakilan penyelenggara menekankan pesan moral yang kuat: “Keberlanjutan yang penting…”. Hal ini menegaskan bahwa penanaman 4.000 pohon ini bukan sekadar seremoni satu hari, melainkan investasi jangka panjang.

Pohon-pohon yang ditanam diharapkan dapat mencegah erosi, menyimpan cadangan air tanah, dan menjadi habitat bagi satwa lokal, sehingga keasrian wisata Curug Juneng tetap terjaga untuk generasi mendatang.

Dukungan #Reboisasi

Langkah KSM Juneng Mijil ini sejalan dengan upaya nasional dalam isu Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink. Dengan aksi nyata ini, KSM Juneng Mijil tidak hanya memposisikan diri sebagai pengelola wisata, tetapi juga sebagai garda terdepan konservasi lingkungan di Banyumas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top