BANYUMAS, Sabtu (24/1/2026) – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat yang mengguyur kawasan hulu atau bagian puncak Gunung Slamet sejak Sabtu siang memicu terjadinya banjir bandang di sejumlah aliran sungai di lereng gunung. Peningkatan debit air yang drastis ini membawa material lumpur pekat dan sampah vegetasi, memaksa penutupan sejumlah objek wisata air di kawasan Baturraden.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi sungai yang biasanya jernih kini berubah menjadi cokelat pekat. Arus air yang sangat deras tidak hanya membawa air, tetapi juga material vulkanik berupa pasir, endapan lumpur tebal, serta potongan-potongan kayu dan ranting pohon yang hanyut dari hutan di bagian atas.

Kejadian ini berdampak langsung pada sejumlah destinasi wisata alam populer di Baturraden. Curug Juneng dan Curug Kembar, yang letaknya berada di aliran sungai yang berhulu di Gunung Slamet, dilaporkan terdampak cukup parah. Area tepian sungai yang biasanya digunakan wisatawan untuk bermain air kini tertutup luapan air bah dan material lumpur yang licin.
Demi alasan keselamatan, pengelola wisata setempat memutuskan untuk menutup sementara akses ke objek-objek wisata air tersebut.
“Kondisi air sangat keruh dan arusnya membahayakan karena membawa material kayu dan batu. Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, wisata Curug Juneng dan Curug Kembar kami tutup total sementara waktu sampai kondisi dinyatakan aman dan air kembali surut,” ujar salah satu petugas di lokasi kejadian.

Wisatawan yang sudah terlanjur berada di lokasi diminta untuk segera menjauh dari bibir sungai. Warga yang tinggal di bantaran sungai yang berhulu di Gunung Slamet juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat cuaca di puncak gunung masih terpantau mendung tebal yang berpotensi memicu banjir susulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai korban jiwa. Pihak berwenang terus memantau pergerakan debit air dan akan memberikan pembaruan informasi terkait pembukaan kembali objek wisata jika cuaca telah membaik.
