Desa Wisata Karangsalam Lor dan Pesona Curug Juneng – Curug Kembar

Ekowisata kini menjadi konsep pariwisata yang semakin berkembang di Indonesia, termasuk di Kabupaten Banyumas. Konsep ini tidak hanya menonjolkan keindahan alam, tetapi juga mengedepankan kelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat lokal, serta pelestarian budaya tradisional. Salah satu contoh nyata penerapan ekowisata dapat ditemukan di Desa Wisata Karangsalam Lor, yang mengelola potensi wisata alam Curug Juneng dan Curug Kembar secara berkelanjutan.
Desa ini membuktikan bahwa pariwisata dapat berjalan selaras dengan pelestarian alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Curug Juneng dan Curug Kembar: Ikon Ekowisata Banyumas
Curug Juneng dan Curug Kembar menjadi daya tarik utama Desa Wisata Karangsalam Lor. Kedua air terjun ini menawarkan panorama alam yang masih asri, udara pegunungan yang sejuk, serta suasana alami yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan.
Pengelolaan wisata dilakukan dengan prinsip konservasi, antara lain:
- Menjaga kelestarian hutan dan sumber mata air
- Mengatur aktivitas wisata agar ramah lingkungan
- Mengedukasi wisatawan tentang pentingnya menjaga alam
Pendekatan ini menjadikan Curug Juneng dan Curug Kembar sebagai destinasi wisata alam yang tidak hanya indah, tetapi juga berkelanjutan.
Pemberdayaan Warga Lokal sebagai Pengelola Wisata

Keunikan Desa Wisata Karangsalam Lor terletak pada keterlibatan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengelolaan wisata. Warga desa berperan langsung sebagai:
- Pengelola kawasan wisata
- Pemandu wisata lokal
- Penyedia jasa transportasi dan parkir
- Pengelola keamanan dan kebersihan kawasan
Model pengelolaan berbasis masyarakat ini memberikan manfaat ekonomi langsung sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap destinasi wisata.
UMKM Lokal Menggerakkan Ekonomi Desa

Keberadaan wisata Curug Juneng dan Curug Kembar turut mendorong pertumbuhan UMKM lokal di sekitar kawasan wisata. Warga desa mengembangkan berbagai usaha seperti:
- Warung kuliner tradisional
- Penjualan produk kerajinan tangan
- Produksi makanan khas desa (Nasi Nyangku)
- Penyediaan perlengkapan wisata
Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, UMKM juga menjadi sarana memperkenalkan identitas dan budaya lokal kepada wisatawan.
Komoditas Lokal sebagai Oleh-Oleh Khas Desa
Desa Wisata Karangsalam Lor juga menawarkan berbagai komoditas lokal yang dapat dijadikan oleh-oleh dan kenang-kenangan bagi pengunjung. Produk-produk tersebut mencerminkan kekayaan hasil alam dan kreativitas masyarakat desa.
Beberapa komoditas yang dikembangkan antara lain:
- Produk pertanian lokal
- Olahan hasil perkebunan dan peternakan (Kopi, Pala)
- Kerajinan khas desa
Keberadaan produk lokal ini memperkuat konsep wisata berbasis ekonomi masyarakat.
Penginapan dan Paket Aktivitas Kehidupan Desa

Sebagai desa wisata, Karangsalam Lor menyediakan fasilitas penginapan berupa homestay yang dikelola langsung oleh warga. Pengunjung tidak hanya menginap, tetapi juga dapat merasakan kehidupan desa secara langsung melalui berbagai paket kegiatan, seperti:
🌾 Wisata Pertanian
Pengunjung dapat belajar menanam, merawat tanaman, hingga memanen hasil pertanian bersama warga.
🐄 Wisata Peternakan
Wisatawan dapat melihat dan merasakan aktivitas beternak yang menjadi mata pencaharian masyarakat desa.
🎣 Wisata Perikanan
Kegiatan perikanan tradisional menjadi pengalaman edukatif sekaligus rekreatif bagi pengunjung.
Aktivitas ini memberikan pengalaman wisata yang autentik dan edukatif.
Pelestarian Seni dan Budaya Lokal

Ekowisata di Desa Karangsalam Lor tidak hanya berfokus pada alam, tetapi juga pada pelestarian budaya. Salah satu kekuatan desa ini adalah keberadaan kelompok seni Mangun Budaya yang aktif menjaga tradisi lokal.
Beberapa kesenian yang masih dilestarikan antara lain:
- Kidungan macapatan
- Karawitan tradisional
- Pertunjukan seni budaya desa
Kesenian ini menjadi daya tarik tambahan sekaligus sarana edukasi budaya bagi wisatawan.
Tradisi Ider-Ider Desa: Warisan Budaya yang Sakral

Salah satu tradisi budaya yang masih dijaga adalah Ider-Ider Desa, yang dilaksanakan selama tiga malam setiap bulan Syura. Tradisi ini merupakan bentuk ritual adat sebagai simbol doa, kebersamaan, dan rasa syukur masyarakat desa.
Ider-ider desa menjadi momentum penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus memperkuat nilai spiritual masyarakat.
Ekowisata sebagai Masa Depan Pariwisata Banyumas
Desa Wisata Karangsalam Lor menunjukkan bahwa ekowisata mampu menciptakan keseimbangan antara:
- Pelestarian alam
- Pemberdayaan ekonomi masyarakat
- Pelestarian budaya lokal
Dengan pengelolaan yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama, wisata alam seperti Curug Juneng dan Curug Kembar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Kesimpulan
Ekowisata di Desa Wisata Karangsalam Lor menjadi contoh nyata bagaimana pariwisata dapat menjadi solusi pembangunan desa yang berkelanjutan. Keindahan Curug Juneng dan Curug Kembar tidak hanya menghadirkan pengalaman wisata alam, tetapi juga memperkuat ekonomi masyarakat, melestarikan budaya, dan menjaga lingkungan.
Dengan konsep ini, Desa Karangsalam Lor tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menjadi model pengembangan desa berbasis kearifan lokal dan konservasi alam.
