BANYUMAS – Komitmen Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Juneng Mijil untuk mengembangkan wisata yang ramah lingkungan terus diperkuat. Dalam pertemuan rutin yang digelar baru-baru ini, KSM Juneng Mijil mengadakan sosialisasi pengelolaan wisata berbasis konservasi dengan menggandeng tim dari organisasi Burung Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung hangat di balai pertemuan bambu ini dihadiri oleh para anggota KSM. Diskusi berfokus pada strategi integrasi antara pariwisata dan pelestarian alam, memastikan bahwa kedatangan wisatawan tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga mendukung keberlangsungan ekosistem setempat.

Agenda ini merupakan tindak lanjut nyata dari program peningkatan kapasitas yang telah dilakukan sebelumnya. Perwakilan KSM Juneng Mijil baru saja menyelesaikan kegiatan studi tiru di Yogyakarta selama tiga hari. Dalam kunjungan tersebut, para anggota mempelajari secara mendalam bagaimana mengelola keanekaragaman hayati dan mengemas kegiatan konservasi berbasis masyarakat menjadi sebuah paket wisata yang menarik dan bernilai edukatif.
“Ilmu yang kami dapatkan dari Jogja, khususnya mengenai pengelolaan biodiversitas, kini kami diskusikan teknis penerapannya di sini bersama ahlinya dari Burung Indonesia,” ujar salah satu perwakilan KSM dalam pertemuan tersebut.
Melalui kolaborasi ini, kawasan wisata Curug Juneng diharapkan tidak hanya menjual keindahan alam semata, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata minat khusus, seperti pengamatan burung (birdwatching) dan edukasi flora-fauna. Langkah ini diyakini akan menjadi nilai tambah yang membedakan destinasi wisata Desa Karangsalam Lor dengan lokasi wisata lainnya di Baturraden.
